11 Mei 2011

ANTARA DO’A DAN PALU

Judul ini aku ambil dari sebuah kejadian yang aku alami beberapa hari lalu ketika ada acara workshop (istilahnya jadi aneh jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia)

Sebuah sms aku terima di minggu siang. “mas, sampeyan diminta untuk baca do’a pada acara besok.” Byuh, modar aku !!!.... bukan apa-apa...aku ini termasuk yang demam panggung, jadi kalau disuruh maju untuk apa saja pasti deg-degan. Sebenarnya banyak masukan dari buku, teman yang ngasih tahu cara menghilangkan demam panggung itu tapi kok ya tetap aja. Apa aku harus ke dukun ya! Upst jangan boss.............. itu syirik!!! Kata hatiku berbisik.

Bismillah....aku pasti bisa.... (terngiang2 kata teman sekosku: ”orang takut ketinggian itu wajar karena banyak orang mati karena jatuh dari tempat tinggi, tapi gak ada ceritanya orang mati karena ngomong, makanya nggak usah takut ngomong”). Hemm...adhem...mak nyess hati ini mengingat itu. Maju kamu pasti bisa.....

Langkah pertama adalah googling kumpulan do’a yang pas untuk dibaca nanti. Alhamdulillah berkat bantuan teman ketemu juga. Acara dimulai tepat pukul 8 pagi, setelah sambutan dari pimpinan dilanjutkan dengan pembacaan do’a. Alhamdulillah walau agak gemetar tergolong sukses juga bacanya.

Acara berlangsung dua hari dan tibalah acara penutupan yang akan disampaikan oleh bapak pimpinan lagi. Kebetulan waktu mau turun ke ruang acara bertemu dengan bapak pimpinan di depan lift. Beliau langsung menunjuk,” mas sampeyan baca do’a lagi lho”. Karena kaget spontan kujawab,” maaf pak gak ada di rundown acaranya, langsung pidato penutupan bapak aja,”.

Jantung langsung terasa dag dig dug, “wah yen dipeksa moco donga piye iki” gumamku.
Untungnya pak pimpinan berkata lain,” ya udah carikan palu aja,” Seketika aku sama temanku bergegas mencarikan palu ke bagian umum. Tanya ke pegawai disana katanya yang ada palu besi bukan palu kayu yang khusus untuk acara. Belum menyerah aku mencari ke lantai 6 karena menurut informasi kemaren ada acara rapat mereka punya palu kayu itu. “Daripada disuruh baca do’a, mending cari palu aja deh, hehehe...”

Alhamdulillah dapat palunya dan pada saat penutupan akhirnya gak ada pembacaan do’a tapi pengetokan palu sebagai tanda acara ditutup.

Baru sadar ternyata palu bisa menggantikan pembacaan do’a, soalnya waktu pembukaan gak pake acara ketuk palu tapi pembacaan do’a hihihi........

14 April 2011

Tips mematikan ikan Lele tanpa kekerasan

Artikel pendek ini saya tulis bermula dari pertanyaan seorang teman yang akan memasak ikan lele. Sebelumnya saya pernah cerita ke teman tadi kalau liburan kemaren kegiatannya menangkap ikan lele. Dia tahunya kalau matikan ikan lele ya dipukul kepalanya. "Hiii....sadis bgt, nggak mau ah !!!" katanya. "Itu sih cara kejam, kalau gak mau kejam gampang!!! udah ikannya di hipnotis aja, hehehe..."jawabku. Akhirnya saya kasih tahu tipsnya mematikan ikan lele tanpa harus memukul kepalanya. Mudah banget kok, taruh ikan lele di suatu tempat terus kasih garam secukupnya kemudian tutup tempat tsb dalam waktu secukupnya sampai ikan lele mati. Udah gitu aja... gampang khan!!! Oh ya, supaya ikan lele ga terasa asin bgt, rendam atau cuci ikan lele dengan air bersih agar hilang rasa asinnya.
Selamat mencoba deh, semoga bermanfaat!!!

01 Februari 2011

SEJAHTERANYA NEGERIKU……….(WELFARE OF MY COUNTRY)

Negeriku tercinta adalah negara yang besar dengan jumlah penduduk yang berjumlah sekitar 237,6 juta orang. Dari 237,6 juta orang itu, 88% lebih adalah penduduk yang beragama Islam. Berbagai masalah dihadapi bangsa ini sejak masih dijajah sampai dengan saat ini. Salah satu masalah yang sangat penting adalah adanya kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia. Badan Pusat Statistik baru-baru ini mempublikasikan bahwa jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran perkapita per bulan dibawah garis kemiskinan) di Indonesia hingga Maret 2010 sekitar 31,02 juta jiwa. BPS mengukur kemiskinan menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic need approach). Terdapat perbedaan dalam menentukan garis kemiskinan. Menurut BPS, pengertian miskin adalah penduduk yang tidak bisa mencukupi kebutuhan pangannya. Bagi orang miskin, kebutuhan pangan merupakan kebutuhan terbesar yaitu 73% sedangkan kebutuhan lainnya sebesar 17%. Angka ini masih diperdebatkan karena kenyataannya jumlah masyarakat yang menerima Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sekitar 79 juta jiwa. . Wow, jumlah yang sangat besar. Ini merupakan beban yang berat bagi pemerintah untuk dapat mengentaskan rakyat yang masih berada di bawah garis kemiskinan.

Berbagai program dilaksanakan pemerintah untuk dapat mendorong masyarakat terbebas dari jurang kemiskinan. Untuk membiayai seluruh program yang dijalankan, pemerintah menggunakan dana yang berasal dari pajak dan non pajak. Program yang dilakukan oleh pemerintah merupakan alat untuk dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, seperti pembangunan infrastruktur. Diharapkan dengan adanya sarana prasarana yang baik, masyarakat akan bergerak dengan sendirinya untuk melakukan usaha yang bisa memberikannya pendapatan. Disamping itu, ada program pemberian bantuan atau pinjaman kepada masyarakat. Menurutku program ini cukup tepat untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Program yang dijalankan saat ini seperti PNPM Mandiri. Tapi berkali-kali yang menjadi kendala adalah pelaksanaan dilapangan. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan, perlu komitmen/istiqomah yang kuat dari seluruh elemen bangsa ini untuk melaksanakan program ini. Mulai dari pejabat ditingkat pusat sampai pejabat ditingkat paling bawah, dari masyarakatnya sendiri. Sehingga tidak lagi pernah terdengar lagi adanya penyimpangan-penyimpangan dana program ini. Walaupun pemerintah telah berusaha keras didalam mengentaskan masyarakat dari kemiskinan namun jumlah penduduk yang miskin belum berkurang justru semakin bertambah. PHK massal menyebabkan jumlah pengangguran bertambah banyak.

Ada sebuah cara yang bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan tepat. Cara ini pernah dilakukan di masa lalu, masa dimana Islam pernah berjaya yaitu masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz. Sedikit menggambarkan bagaimana kehidupan seorang pemimpin seperti Umar bin Abdul Aziz. Beliau dibesarkan dari lingkungan istana yang berlimpah kemewahan. Tetapi semua itu beliau tinggalkan ketika dibai’at menjadi pemimpin. Beliau memimpin dengan kesederhanaannya. Beliau tidak mau menggunakan fasilitas Negara untuk kepentingan pribadinya. Bahkan istrinya pun diminta memilih hidup dengannya atau dengan kekayaan yang dimilikinya. Dan satu hal yang membuat kepemimpinannya dikenal adalah tercapainya kesejahteraan rakyatnya. Tidak ada satupun rakyatnya yang miskin, sampai-sampai mereka kebingungan dalam menyalurkan zakat karena tidak ada satupun rakyat yang mau menerima zakat.

Negeriku adalah negeri dengan jumlah penduduk 88% lebih adalah umat Islam. Tidak berlebihan kiranya menerapkan salah satu syariat Islam ini didalam kehidupan negeri ini. Saat ini dinegeri ini sudah ada undang-undang zakat, sudah berdiri puluhan bahkan ratusan Badan Amil Zakat dan Lembaga Amil Zakat. Dengan jumlah penduduk yang sebagian besar adalah muslim, tentunya potensi zakat dinegeri ini sangatlah besar. Data terakhir dari BAZNAS menyatakan potensi zakat pada tahun 2010 ini sebesar Rp. 100 Trilyun. Jika digali lebih intens lagi tentu akan memberikan pemasukan zakat yang lebih besar dari itu.

Menurutku masih ada permalahan yang dihadapi dalam manajemen zakat di Indonesia. Dari metode pengumpulannya hingga penyalurannya masih banyak yang perlu dibenahi. Metode pengumpulan zakat sudah dijelaskan didalam Al-quran Surat At-Taubah ayat 103, dimana zakat itu harus diambil/dipungut dari para muzakki. Muzakki adalah masyarakat muslim yang mempunyai/memperoleh penghasilan diatas nishob/batasan kena zakat. Nishob disesuaikan dengan masing-masing jenis zakatnya.

Di jaman kepemimpinan Abu bakar Ashshiddiq, zakat dipungut dari muzakki dan bagi mereka yang membangkang untuk membayar zakat maka akan diperangi. Di negeriku, hal ini belum diterapkan. Banyak faktor yang mempengaruhi hal ini, diantaranya belum adanya peraturan yang mewajibkan zakat bagi muzakki sehingga tidak ada sanksi tegas bagi mereka yang tidak mau membayar zakat. Zakat di negeri ini masih hanya sebagai ajakan/himbauan bagi masyarakat muslim untuk menjalankan syari’at.

Masalah lainnya yang juga penting adalah penyaluran zakat. Penyaluran zakat sudah diatur di dalam Al-qur’an surat At Taubah ayat 60. Mereka yang berhak menerima zakat adalah 8 golongan saja. Permasalahan dalam penyaluran zakat di negeri ini adalah belum bisa menyentuh seluruh masyarakat miskin diseluruh penjuru negeri. Banyak faktor yang mempengaruhi seperti jumlah zakat yang terkumpul masih sedikit sehingga perlu dilakukan pemilihan/seleksi ketat siapa yang berhak memperoleh zakat. Tetapi masalah terpenting didalam penyaluran zakat adalah tidak adanya database yang akurat tentang siapa saja mustahiq (yang berhak untuk menerima zakat) di negeri ini. Sebagai contoh, jumlah penduduk miskin yang dikeluarkan oleh BPS tidak sama jumlahnya dengan warga yang menerima jamkesmas.

Seandaianya manajemen zakat sudah terbentuk dengan baik dan umat Islam di Indonesia dengan kesadarannya mau membayar zakat, saya yakin negeriku ini akan menjadi negeri yang sejahtera, adil, dan penuh dengan ampunan Allah SWT. Seperti yang tercantum dalam Al qur’an menjadi Negara “baldatun thoyyibatun warobbun ghoffur”

13 Januari 2011

CATATAN AKHIR TAHUN (PERJUANGAN ANGGOTA LASKAR SENJA)

Berharap bisa sampai di kota idaman dengan waktu lebih cepat dan bisa menikmati pergantian akhir tahun disana, aku dan lima orang teman berniat untuk pulang sebelum waktunya. Kami sudah membeli tiket kereta api Gaya Baru Malam Selatan dua hari sebelumnya. Kami meluncur ke stasiun Jatinegara bersama-sama sekitar pukul 11.00 wib. Jadwal keberangkatan kereta GBM dari stasiun Jatinegara pukul 12.32 wib. Sebelumnya kami sudah mencari informasi ke seorang teman yang pernah naik kereta ini. Katanya, kalau naik di stasiun Jatinegara mending sholat jum’atnya di Pasar Jaya aja lantai 3. Disana khutbahnya pendek, jadi masih banyak waktu untuk ngejar kereta. Dengan berbekal informasi tersebut kami memutuskan sholat jum’at disana.

Pukul 12.00 wib pak khotib sudah mulai berkhutbah. Detik demi detik berlalu berganti menit. Khotib masih terus berkhutbah dengan semangatnya. Aku mulai resah ketika melihat jam ditanganku, ternyata sudah pukul 12. 20 wib. Aku berbisik ke Agung yang duduk disebelahku. “Mas kalau sampai pukul 12.25 belum selesai kita cabut aja”. “Gak bisa keluar”, kata Agung. Lalu dia bertanya ke Dono. Kata Dono waktunya masih cukup. Walaupun hati ini semakin resah, tapi kami tetap menyelesaikan sholat jumat sampai selesai. Begitu salam, kami bergegas menuju stasiun. Dua orang teman (Robi dan Dono) masih melanjutkan sholat jama’ Ashar. Sesampai di stasiun kami bertanya kepada petugas apakah kereta Gaya Baru Malam sudah lewat belum. Petugas menjawab kalau kereta GBM barusan lewat. Lemas rasanya mendengar jawaban petugas itu.

Kami berempat memutuskan naik kereta Cirebon Ekspres (Cireks) sedangkan Agung memutuskan untuk pergi ke Bandung. Tujuan kami adalah berharap bisa mengejar kereta GBM. Nekat naik tanpa tiket karena emang loket udah tidak menjual tiket lagi. Terpaksa membayar Rp. 50.000,- ke kondektur di atas kereta. Dengan perasaan penuh harap, cireks sampai di Cirebon sekitar pukul 16.30 wib. Dan GBM tetap tidak terkejar. Akhirnya kami berpisah Robi dan Haris memutuskan naik bus menuju Purworejo dan Yogya, sedangkan aku, Bayu Aji, dan Dono memutuskan melanjutkan perjalanan dengan naik kereta Matarmaja jurusan Malang. Cerita perjalanan Robi dan Haris berakhir disini. Petualangan selanjutnya adalah perjalanan tiga laskar dengan kereta Matarmaja.

Setelah memutuskan naik kereta Matarmaja, kami bertiga naik becak dari stasiun Cirebon menuju ke stasiun Prujakan. Kereta yang dijadwalkan datang pukul 17.34 wib baru masuk stasiun pukul 18.40 wib. Gerbong kereta penuh sesak dengan penumpang. Kami bertiga setengah berlari menuju ke gerbong depan karena biasanya gerbong paling depan lebih sepi. Ternyata sama saja, bahkan di gerbong 1 dan 2 kami tidak bisa masuk kedalamnya. Kami hanya bisa berdiri di bordes bahkan untuk duduk pun tidak bisa. Pukul tujuh malam perlahan kereta mulai meninggalkan kota Cirebon. Stasiun demi stasiun terlewati, berharap banyak penumpang yang turun. Kenyataan bicara lain, penumpang bukannya berkurang tapi malah bertambah banyak.

Melihat kondisi ini, kami memutuskan untuk turun di Semarang dan melanjutkan perjalanan menuju Solo dengan bis. Kereta sampai di stasiun Poncol sekitar pukul 11 malam. Kami merasa terlepas dari penderitaan. Kami menyusuri jalan di kota Semarang yang sudah ramai orang yang akan merayakan pergantian tahun Masehi. Kami putuskan naik taksi menuju ke pemberhentian bis di Peterongan. Kami terjebak kemacetan di jalan Pemuda. Suasananya begitu ramai, letusan petasan dan kembang api menyinari kegelapan malam di udara. Lumayan, cukup mengobati kekecewaan hati kami yang terjebak macet. Cukup lama terjebak kemacetan, akhirnya sopir taksi memutuskan untuk memutar kembali menuju ke daerah Karang Ngaleh. Sampai di halte karang Ngaleh pukul 12 malam. Pergantian tahun baru di Semarang diiringi dengan turunnya hujan. Hawa dingin mulai menusuk daging dan tulang kami. Anehnya, Dono bisa tidur pulas di kursi halte. Aku dan Bayu tetap terjaga menunggu kedatangan bis. Sambil celingak celinguk mencari penjual wedang yang bisa menghangatkan tubuh ini.

Bis yang kami tunggu baru tiba pukul 01.15 wib. Ternyata bisnya juga penuh, kami hanya bisa berdiri. Bayangan bisa tidur pulas di bis mulai sirna. Alhamdulillah, tidak menunggu waktu lama ada penumpang yang turun. Aku duduk duluan. Sebelahku duduk dua orang wanita yang gemuk. Aku hanya kebagian separoh kursi, agak tersiksa juga. Tidak seberapa lama, Dono dan Bayu dapa tempat duduk juga. Dengan kondisi terjepit, akhirnya aku tertidur juga. Bangun-bangun bis sudah sampai Boyolali. “Sebentar lagi turun”, pikirku. Sampai Kartosuro pukul 03.15 wib. Alhamdulillah, akhirnya sampai juga dikota impian walaupun harus dengan perjuangan yang cukup berat.

Pengalaman itu sungguh banyak membawa pelajaran bagi kami. Dan yang terpenting dari semua pelajaran yang kami dapatkan adalah selalu bersyukur kepada Allah yang telah memberikan begitu banyak nikmat bagi kami. Betapa banyak orang-orang yang selalu menderita setiap pulang dengan naik moda transportasi yang tidak nyaman itu, tapi mereka tidak mengeluh.

06 Oktober 2010

PERANG WARGA DAN SUPPORTER

Minggu malam aku dan istriku naik kereta api Sancaka dari Jombang menuju Solo. Kereta datang terlambat 10 menit. Kami memperkirakan sampai Solo masih sesuai jadwal atau terlambat tapi tidak sampai jam 8 malam. Dengan begitu aku masih bisa meneruskan perjalanan ke Jakarta dengan naik kereta api eksekutif Dwipangga. Sampai Madiun jam 6 sore kami masih optimis tidak terlambat untuk naik Dwipangga. Begitu sampai daerah Paron, pak kondektur tiba-tiba duduk didepan kami, dan bertanya apakah kita sudah sampai Paron? “Wah maaf pak saya nggak tahu”, jawabku. Kemudian pak kondektur menjelaskan kalau kereta api yang lewat Solo dilempari warga dan kami harus berhati-hati. Suasana jadi berubah, tapi waktu itu belum terasa. Istriku semakin ketakutan dan dia bersyukur aku mengantarnya ke Solo. Kereta api sering berhenti kemungkinan penyebabnya untuk menghindari lemparan warga yang marah. Sampai stasiun Jebres sudah jam 8 malam, suasana benar-benar mencekam. Tiba-tiba terdengar lemparan batu yang mengenai kaca, keras sekali. Kepanikan sempat terjadi, istriku langsung tiarap seperti perintah pak kondektur dan aku ditabraknya sampai terjatuh. Kami langsung menyambar selimut yang ada didepan kami untuk berlindung. Kami berlindung diantara kursi yang berbalikan. Lemparan bat u terus terdengar, kami tidak berani beranjak dari perlindungan. Suasana begitu mencekam sampai kereta tiba di stasiun Solo Balapan. Dan kami bisa bernapas lega, Alhamdulillah ya Allah kami selamat. Setelah turun dari kereta, saya melihat banyak kaca lereta yang pecah, dan Alhamdulillah tidak ada yang jadi korban. Menurut keterangan pak kondektur, warga marah dan balas dendam atas tindakan supporter Persib yang melempari batu ketika tiba di stasiun Purwosari Solo pada hari Sabtu. Tapi kenapa yang harus menjadi korban itu adalah penumpang yang tidak bersalah. Para penumpang yang naik kereta pasundan arah Surabaya juga menjadi korban. Ada yang terluka terkena lemparan batu sampai berdarah.

Inilah salah satu potret kehidupan di Indonesia, perang antar supporter sepak bola, yang mengakibatkan kerusakan dan kerugian cukup besar bagi masyarakat maupun pihak PT. KAI. Sampai kapan kejadian seperti ini terus terjadi, Tidak adakah solusi terbaik yang bisa diberikan oleh para pemimpin negeri ini?

05 Oktober 2010

MIMPI NAIK KERETA API CEPAT


Sejak bertugas di Jakarta bulan Maret lalu, pulang ke yogya atau solo selalu naik kereta api. Dulu tidak pernah terlintas jadi anggota PJKA (pulang jumat kembali ahad). Alhamdulillah, ternyata banyak teman-teman yang melakukan hal yang sama. Awal-awal bulan, saya dan beberapa teman sering naik kereta api ekonomi Bengawan. Kereta api jurusan Jakarta tanah abang-solo jebres. Pertimbangannya sih tiketnya yang murah cuman Rp. 37.000,- jadi bisa irit ongkos pulang. Tapi konsekuensinya harus berdesak-desakan, untung selama ini selalu dapat tempat duduk. Banyak penumpang yang gak dapat tempat duduk, mereka berdiri dari Jakarta sampai purwokerto bahkan ada yang sampai stasiun kebumen. Ck..ck..ck.. perasaan heran, kagum, haru bercampur jadi satu. Belum lagi kalau para pedagang yang lalu lalang, mereka berusaha melompati para penumpang yang duduk di jalan gerbong kereta. 11 Jam saya menahan untuk tidak buang air kecil. Gimana mau buang air kecil lha wong kamar kecilnya aja sudah ditempati penumpang.

Alhamdulillah, walaupun dengan kondisi seperti itu saya menikmatinya. Begitulah gambaran naik kereta api ekonomi di negeri tercinta ini. Masyarakat dengan penghasilan rendah hanya bisa menikmati kereta ekonomi. Dan satu hal yang membuat saya kagum kepada mereka adalah tidak tampak diraut muka mereka adanya kegelisahan, kekecewaan. Mereka serasa menikmati perjalanan dengan hati yang riang. Atau mungkin mereka memang hanya bisa melakukan hal itu, pasrah dengan keadaan.

Kereta bisnis dengan tarif lebih mahal berbeda lagi kondisinya. Harga tiketnya untuk tujuan Jakarta-Solo rata-rata Rp. 130 ribu. Bisa dikatakan kondisi kereta ini lebih baik lagi, penumpang tidak berdesak-desakan. Waktu tempuh Jakarta-Solo pun lebih pendek. Toilet pun bisa digunakan dengan baik. Yang terbaik saat ini adalah kereta api eksekutif. Harga tiketnya rata-rata Rp. 300 ribu. Waktu tempuh Jakarta-Solo lebih pendek lagi. Ruangannya dingin karena memakai AC. Pokoknya nikmat.

Tapi secepat-cepatnya kereta api eksekutif seperti argo bromo, argo lawu masih kalah cepat dengan kereta api di luar negeri. Argo Bromo kecepatan rata-rata 90 km/jam. Padahal di Jepang kereta Shinkansen kecepatannya bisa mencapai 300 km/jam. Wuih, Jakarta Solo bisa ditempuh dalam waktu 3 jam saja. Kapan bisa menikmati kereta seperti ini di sini ya?

Saya pernah berbincang-bincang dengan salah seorang penumpang tujuan Bandung, dia bercerita tentang kereta api di luar negeri dan dibandingkan di Indonesia. Katanya, sebenarnya kita bisa mempunyai kereta cepat seperti Shinkansen itu, asalkan jalurnya memadai. Struktur jalur rel harus diperbaiki. Tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Hemm…. Masih berandai-andai kapan di Indonesia punya kereta seperti Shinkansen ya?

06 September 2010

SOLUSI PROBLEM SOUND/SUARA PADA COMPAQ PRESARIO V3000

Beberapa bulan yang lalu laptop saya terkena virus sampai windowsnya harus diinstall ulang. Akan tetapi yang menjadi keheranan setelah di install itu, ketika mencolokkan kabel headphone suaranya tetap keluar di speaker laptop. Sampai akhirnya semalam karena penasarannya, saya sama teman mencari di internet cara/solusi atas problem ini. Beberapa kali mencoba cara yang ditawarkan teman2 di internet tetapi selalu gagal. Ketika sudah menyerah, temanku menyuruh download/install yang lain yaitu Conexant High Definiton Audio SP 34386 ( for AMD) dan Alhamdulillah berhasil. Kayaknya setiap seri Compaq Presario beda2 yang diinstall. Padahal punya saya Compaq Presario seri V3500 dengan spesifikasi: processor intel core 2 duo. Jadi jangan pernah berhenti mencoba. Gagal dengan software yang satu coba lagi dengan yang lain. Selama mencoba!!!

Berikut caranya:

  1. Download dan install Microsoft UAA Audio Driver
  2. Download dan install Conexant High Definition Audio SP34386
  3. Restart laptop

Kalau gagal coba dengan cara manual yaitu:

  1. Klik kanan my computer dan klik properties kemudian klik hardware dan klik device manager
  2. Klik Sound, Video dan Game Controllers
  3. Klik kanan Conexant High Definition Audio dan update driver
  4. Pilih don’t search dan gunakan have disk
  5. Seleksi device drivernya SP34386
  6. Abaikan jika muncul error